CIREBON — Kelurahan Jagasatru menggelar kegiatan Kelas Bina Keluarga Penanganan Stunting melalui Pencegahan dan Pengendalian TBC serta Demam Berdarah Dengue (DBD). Acara yang berlangsung di Pendopo Pangeran kelurahan ini menghadirkan tim medis dari Puskesmas setempat, yaitu dokter klinis dan petugas surveilans kesehatan, sebagai narasumber utama untuk mengedukasi warga terkait ancaman penyakit menular.

Mencegah Penularan TBC: Pentingnya Deteksi Dini dan Pengobatan Tuntas
Dalam sesi pembahasan Tuberkulosis (TBC), Dokter Puskesmas menekankan bahwa TBC masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar yang membutuhkan perhatian serius dari masyarakat.
Gejala Utama: Warga diminta mewaspadai batuk berdahak yang berlangsung lebih dari 2 minggu, kerap disertai demam ringan, keringat malam tanpa aktivitas, penurunan berat badan, dan sesak napas.
Pengobatan Tuntas: Dokter menegaskan bahwa TBC bisa disembuhkan secara gratis melalui layanan Puskesmas. Kunci keberhasilannya terletak pada kedisiplinan pasien mengonsumsi obat secara teratur selama 6 hingga 8 bulan tanpa terputus.
Pencegahan di Rumah: Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemastian sirkulasi udara (ventilasi) yang baik, serta masuknya sinar matahari langsung ke dalam rumah sangat efektif membunuh kuman TBC.
Pengendalian DBD: Petugas Surveilans Tekankan Gerakan 3M Plus dan Pemantauan Jentik
Sementara itu, petugas surveilans Puskesmas memaparkan data peta persebaran kasus DBD lokal serta strategi pencegahan berbasis komunitas. Petugas mengimbau warga agar tidak hanya bergantung pada penyemprotan (fogging), sebab fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak membasmi jentik.
Gerakan 3M Plus:
Menguras tempat penampungan air secara berkala.
Menutup rapat tangki atau wadah penampungan air.
Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.
Peran Jumantik: Petugas surveilans mengajak setiap kepala keluarga menjadi Juru Pemantau Jentik (Jumantik) mandiri di rumah masing-masing dengan rutin memeriksa tatakan pot, wadah dispenser, dan talang air minimal seminggu sekali.
Sinergi Mencegah Penyakit Menular di Lingkungan Jagasatru
Lurah Jagasatru mengapresiasi keikutsertaan aktif para ketua RT, RW, kader PKK, dan warga dalam sosialisasi ini. Diharapkan informasi yang disampaikan oleh dokter dan petugas surveilans Puskesmas dapat diteruskan ke seluruh lapisan warga, sehingga penemuan kasus TBC secara dini serta gerakan pencegahan DBD dapat berjalan beriringan untuk menciptakan lingkungan Kelurahan Jagasatru yang sehat dan bebas dari penyakit menular.